sales@kintaibio.com    +86-133-4743-6038
Cont

Ada pertanyaan?

+86-133-4743-6038

5 Asam Aminolevulinat HCL

5 Asam Aminolevulinat HCL

Nama Produk: Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida
Sinonim: 5-ALA hidroklorida
Spesifikasi: 99%; 98%; 95%
Metode Uji: HPLC
Penampakan: Bubuk Putih
NOMOR CAS:5451-09-2
Kelarutan: Larut dalam air (kelarutan: MT 500g/L) Larut dalam MeOH,
Tidak larut dalam EtOH
Klasifikasi: Hormon pertumbuhan tanaman, agrokimia
Sertifikasi: GMP, ISO9001:2016, ISO22000:2018, HACCP, KOSHER dan HALAL.
Minimal Pesanan: 1KG
Sampel: Sampel gratis tersedia
Umur simpan: Tiga tahun
Keunggulan Perusahaan: Lokakarya produksi bersih tingkat 100,000, Non-aditif, Non-GMO, Non-iradiasi/hanya diolah dengan panas
Kirim permintaan

perkenalan produk

 

Apa itu?

5 Asam Aminolevulinat HCLadalah senyawa kimia yang berperan penting dalam berbagai industri, termasuk industri ekstrak tanaman. Senyawa ini berupa bubuk kristal putih dengan rumus kimia C5H9NO3 HCl dan berat molekul 167,59 g/mol. Senyawa ini larut dalam air, stabil, dan tidak beracun, sehingga aman untuk berbagai aplikasi.

 

MENCICIPI:

5 Aminolevulinic Acid HCL powder

 

Zat ini sangat penting dalam industri ekstrak tumbuhan karena perannya sebagai zat antara penting dalam produksi berbagai ekstrak tumbuhan. Zat ini berfungsi sebagai prekursor atau bahan penyusun sintesis senyawa penting seperti klorofil dan heme.

 

Produksi Klorofil:Klorofil adalah pigmen hijau yang ditemukan pada tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri. Klorofil berperan penting dalam fotosintesis, proses yang dilakukan tumbuhan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi. Bubuk asam aminolevulinat hidroklorida merupakan komponen utama dalam sintesis klorofil. Klorofil bertindak sebagai perantara dalam jalur biosintesis, yang mengarah pada pembentukan molekul klorofil pada tumbuhan.

 

What Is 5-ALA

 

Sintesis Heme:Heme merupakan komponen penting dari berbagai molekul biologis, termasuk hemoglobin, mioglobin, dan sitokrom. Molekul-molekul ini bertanggung jawab untuk transportasi oksigen, respirasi sel, dan produksi energi dalam organisme hidup. Bubuk asam aminolevulinat hidroklorida terlibat dalam biosintesis heme dengan berperan sebagai substrat dalam reaksi enzimatik.

bubuk sintesis asam aminolevulinat hidroklorida kintai

A. Sifat dan Struktur Kimia

5 Asam Aminolevulinat HCLmemiliki sifat kimia khas yang membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi. Zat ini memiliki rumus kimia C5H9NO3 HCl dan berat molekul 167,59 g/mol. Bubuk kristal putih ini larut dalam air, sehingga mudah dilarutkan dan digunakan dalam proses berbasis air. Sifat stabil dan karakteristik tidak beracun dari ALA-HCl semakin meningkatkan penerapannya dalam berbagai industri, termasuk farmasi, pertanian, dan sintesis kimia.

 

Struktur asam aminolevulinat hidroklorida memiliki asam aminolevulinat, yang berfungsi sebagai prekursor fundamental dalam biosintesis tetrapirol, seperti klorofil dan heme. Struktur molekulnya terdiri dari gugus amino (-NH2) dan gugus asam karboksilat (-COOH), menjadikannya blok penyusun penting dalam pembentukan molekul yang signifikan secara biologis.

 

B. Proses Sintesis

Kintai Synthesis Of Aminolevulinic Acid Hydrochloride Powder

Sintesis bubuk asam aminolevulinat hidroklorida dapat dicapai melalui beberapa metode, yang masing-masing melibatkan reaksi kimia dan parameter proses yang berbeda. Salah satu pendekatan umum adalah jalur Shemin, yang melibatkan kondensasi glisin dan suksinil-CoA dalam kondisi enzimatik tertentu. Jalur ini meniru rute biosintesis alami asam aminolevulinat dalam organisme hidup.

 

Metode lain melibatkan jalur Rothberg, yang menggunakan serangkaian bahan awal dan zat antara kimia yang berbeda untuk menghasilkan asam aminolevulinat. Selain itu, jalur campuran menggabungkan unsur-unsur dari jalur Shemin dan Rothberg untuk mensintesis bubuk hidroklorida asam aminolevulinat.

 

Proses sintesis biasanya memerlukan kontrol yang cermat terhadap kondisi reaksi, seperti suhu, pH, dan konsentrasi katalis, untuk mencapai hasil dan kemurnian yang optimal. Lebih jauh lagi, pemurnian produk yang disintesis sangat penting untuk memperoleh bubuk asam aminolevulinat hidroklorida berkualitas tinggi yang sesuai untuk penggunaan komersial.

 

C. Kelebihan dan Keterbatasan

Hasil Tinggi: Bergantung pada metode sintesis yang dipilih dan optimalisasi proses, bubuk asam aminolevulinat hidroklorida dapat diproduksi dengan hasil yang relatif tinggi, menjadikannya pendekatan yang hemat biaya untuk memenuhi permintaan industri.

 

Kemurnian dan Konsistensi: Melalui kontrol yang tepat terhadap kondisi sintesis dan langkah pemurnian, ALA-HCl yang disintesis dapat menunjukkan kemurnian dan konsistensi yang tinggi, memastikan kualitas yang seragam di seluruh batch produksi.

 

Kustomisasi Proses: Rute sintetis menawarkan fleksibilitas untuk menyesuaikan proses produksi guna menyesuaikan sifat bubuk asam aminolevulinat hidroklorida berdasarkan persyaratan aplikasi spesifik.

 

Keterbatasan:

Kompleksitas: Sintesis bubuk asam aminolevulinat hidroklorida mungkin melibatkan reaksi kimia dan jalur enzimatik yang kompleks, memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus dalam kimia organik dan biokimia.

 

Biaya: Bergantung pada metode sintesis yang dipilih, produksi ALA-HCl mungkin melibatkan reagen, peralatan, dan konsumsi energi yang mahal, yang berdampak pada keseluruhan biaya produksi.

 

Dampak Lingkungan: Metode sintesis tertentu dapat menghasilkan produk sampingan atau aliran limbah kimia, sehingga memerlukan pembuangan atau penanganan yang tepat untuk meminimalkan dampak lingkungan.

 

Sumber Alami Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida

A. Tinjauan Umum Sumber Alami Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida

5 Asam Aminolevulinat HCLdapat diperoleh dari berbagai sumber alami, termasuk tanaman, bakteri, dan alga. Sumber-sumber ini mengandung enzim dan jalur metabolisme yang menghasilkan ALA sebagai senyawa antara dalam sintesis klorofil dan tetrapirol lainnya. Ekstraksi bubuk asam aminolevulinat hidroklorida dari sumber alami menawarkan alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk metode sintesis kimia.

 

Natural Sources Of Aminolevulinic Acid Hydrochloride Powder

 

B. Metode Ekstraksi Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida dari Sumber Alami

Ekstraksi Tanaman:Tanaman seperti bit gula, jagung, dan beras telah diidentifikasi sebagai sumber asam aminolevulinat yang kaya. Proses ekstraksi biasanya melibatkan penghancuran atau penggilingan bahan tanaman untuk mengekspos isi sel, diikuti oleh ekstraksi pelarut menggunakan pelarut organik seperti etanol atau metanol. Langkah pemurnian lebih lanjut, seperti penyaringan, penguapan, dan kristalisasi, dapat digunakan untuk mengisolasi dan memperoleh bubuk asam aminolevulinat hidroklorida.

 

Fermentasi Bakteri:Bakteri tertentu, seperti Rhodobacter sphaeroides dan Escherichia coli, memiliki kemampuan untuk memproduksi asam aminolevulinat melalui proses fermentasi. Kultur bakteri tumbuh dalam kondisi terkendali, yang memungkinkan bakteri untuk mensintesis dan mengakumulasi ALA. Setelah tahap fermentasi, sel dipanen dan dikenakan teknik disrupsi sel untuk melepaskan asam aminolevulinat intraseluler. Langkah pemurnian berikutnya, termasuk penyaringan, kromatografi, dan kristalisasi, dapat menghasilkan bubuk asam aminolevulinat hidroklorida.

 

Budidaya Alga:Beberapa spesies alga, terutama Chlorella dan Spirulina, dapat dibudidayakan untuk menghasilkan asam aminolevulinat. Alga ditanam dalam fotobioreaktor atau sistem kolam terbuka, yang menyediakan cahaya, nutrisi, dan karbon dioksida yang diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi ALA. Setelah mencapai konsentrasi biomassa tertentu, alga dipanen dan diproses untuk mengekstrak asam aminolevulinat. Metode ekstraksi dapat melibatkan pemecahan sel, ekstraksi pelarut, dan teknik pemurnian yang serupa dengan yang digunakan dalam ekstraksi tanaman.

 

C. Keuntungan dan Keterbatasan Ekstraksi Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida dari Sumber Alami Keuntungan:

Terbarukan dan Berkelanjutan: Sumber-sumber alami menawarkan pasokan bubuk asam aminolevulinat hidroklorida yang terbarukan dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang tidak terbarukan dan meminimalkan dampak lingkungan.

 

Potensi Kemurnian Lebih Tinggi:Sumber alami sering menghasilkan asam aminolevulinat dengan kemurnian lebih tinggi dibandingkan dengan ALA-HCl yang disintesis secara kimia, karena proses ekstraksi dapat meminimalkan keberadaan pengotor dan produk sampingan yang tidak diinginkan.

 

Manfaat Sinergis:Sumber alami asam aminolevulinat hidroklorida dapat mengandung senyawa bermanfaat lainnya, seperti antioksidan atau zat bioaktif, yang dapat meningkatkan keseluruhan sifat terapeutik atau fungsional dari produk yang diekstraksi.

 

Keterbatasan:

Hasil yang Bervariasi: Hasil asam aminolevulinat dari sumber alami dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti spesies tanaman, kondisi budidaya, atau metode ekstraksi. Variabilitas ini dapat menimbulkan tantangan dalam memastikan produksi yang konsisten dan andal.

 

Biaya dan Skalabilitas: Mengekstraksi dari sumber alami mungkin memerlukan investasi yang signifikan dalam proses budidaya, ekstraksi, dan pemurnian. Meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan industri dapat menimbulkan tantangan ekonomi.

 

Efisiensi Ekstraksi: Mengekstraksi asam aminolevulinat dari sumber alami dapat menjadi proses yang rumit dan bertahap, memerlukan pengoptimalan yang cermat untuk memaksimalkan hasil dan efisiensi.

Aplikasi Bubuk Asam Aminolevulinat Hidroklorida

A. Aplikasi Medis

5 Aminolevulinic Acid HCL apply in Pharmaceutical And Nutraceutical Industry

Terapi Fotodinamik (PDT): 5 Asam Aminolevulinat HCLdigunakan dalam terapi fotodinamik untuk pengobatan berbagai kanker dan kondisi prakanker. Ketika diberikan kepada pasien, ALA-HCl secara selektif diserap oleh sel kanker dan sel prekursor, yang menyebabkan akumulasi agen fotosensitisasi protoporfirin IX (PpIX). Paparan berikutnya terhadap cahaya dengan panjang gelombang tertentu mengaktifkan PpIX, yang menyebabkan kematian sel dan penghancuran jaringan kanker secara terarah sambil meminimalkan kerusakan pada sel sehat.

 

Dermatologi:ALA-HCl digunakan dalam dermatologi untuk pengobatan keratosis aktinik, kondisi kulit prakanker umum yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dalam jangka panjang. Aplikasi topikal ALA-HCl yang diikuti dengan aktivasi cahaya memungkinkan penghancuran sel-sel kulit abnormal secara selektif, sehingga menawarkan pilihan pengobatan non-invasif.

 

Bedah yang dipandu fluoresensi:Dalam bedah saraf dan urologi, ALA-HCl digunakan untuk memfasilitasi reseksi glioma ganas dan kanker kandung kemih yang dipandu fluoresensi. Setelah pemberian ALA-HCl secara oral atau intravesikal, akumulasi protoporfirin IX fluoresensi dalam jaringan tumor meningkatkan visualisasi intraoperatif, membantu ahli bedah dalam mencapai pengangkatan tumor yang lebih tepat dan lengkap.

 

Pencitraan Medis Lainnya:ALA-HCl dapat digunakan sebagai agen kontras untuk pencitraan fluoresensi dalam bidang seperti gastroenterologi, oftalmologi, dan ginekologi. Dengan meningkatkan visualisasi jaringan atau lesi abnormal, ALA-HCl berkontribusi pada peningkatan akurasi diagnostik dan hasil pengobatan.

 

B. Aplikasi Pertanian 

5 Aminolevulinic Acid HCL apply in Agricultural

Peningkatan Hasil Panen:ALA-HCl dapat digunakan sebagai semprotan daun atau perawatan benih untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan sintesis klorofil, dan meningkatkan efisiensi fotosintesis. Dengan merangsang produksi klorofil, ALA-HCl berkontribusi pada peningkatan penyerapan cahaya dan fiksasi karbon, yang pada akhirnya menghasilkan hasil panen dan kualitas yang lebih tinggi.

 

Toleransi Stres Abiotik:Aplikasi ALA-HCl membantu tanaman menoleransi stresor lingkungan seperti kekeringan, salinitas, dan suhu ekstrem. ALA-HCl bertindak sebagai molekul pemberi sinyal, yang mengaktifkan jalur respons stres dan sistem antioksidan dalam tanaman, sehingga mengurangi efek berbahaya dari stres abiotik dan meningkatkan ketahanan secara keseluruhan.

 

Pematangan dan Kualitas Buah:Aplikasi ALA-HCl telah terbukti memengaruhi proses pematangan buah, yang memengaruhi parameter seperti perkembangan warna, kadar gula, dan masa simpan. Aplikasi ini khususnya relevan untuk buah-buahan yang mengalami penanganan dan penyimpanan pasca panen.

 

C. Aplikasi Industri

Sintesis Kimia:ALA-HCl berfungsi sebagai prekursor dalam sintesis berbagai obat-obatan, agrokimia, dan bahan kimia murni. Perannya sebagai bahan penyusun dalam proses sintesis organik berkontribusi pada produksi berbagai macam senyawa bernilai tambah.

 

Fotokatalisis dan Ilmu Material:Porfirin yang berasal dari ALA-HCl dan senyawa terkait memiliki aplikasi dalam reaksi fotokatalitik, konversi energi matahari, dan pengembangan material canggih seperti perangkat dan sensor fotovoltaik.

 

Penelitian dan Pengembangan:ALA-HCl digunakan dalam lingkungan penelitian untuk mempelajari metabolisme porfirin, menyelidiki mekanisme fotodinamik, dan mengeksplorasi aplikasi potensial senyawa terkait di berbagai bidang.

 

keunggulan kami

Our Advantages

 

Certificate-KINTAI

 

Pengepakan dan Pengiriman

 shipping

Jika Anda ingin membeli produk berkualitas tinggi5 Asam Aminolevulinat HCLjangan ragu untuk menghubungi kami diSales@Kintaibio.Comatau umpan balik di halaman berikutnya. Whatsapp:+86 133 4743 6038 Situs web:www.kintai-bio.com | http://id.kintaibio.com

Tag populer: 5 asam aminolevulinat hcl, produsen, pemasok, pabrik asam aminolevulinat hcl 5 Cina

Kirim permintaan

(0/10)

clearall